Biarkan Aku Pergi

Lampu bohlam di kamarku berkali-kali mengerling genit

Hidup segan, mati tak mau

Seolah mencemooh aku yang terlalu pengecut

Aku yang tak punya nyali

Berteriak di telingamu

Kuat-kuat

“Lepaskan aku!

Bebaskan aku!

Keluarkan aku dari hidupmu!”

/

Lambu bohlam kamarku saat ini hampir mati

Kali ini tidak boleh gagal!

ke ruang kerjamu

Aku dapati wajah lelahmu

duniamu

di balik tumpukan buku

Lalu,

Lagi,

Mata kita bertemu

Matamu

Ia kembali hidup

Lalu,

Lagi,

Kau kembangkan senyum itu

Tulus, yang tak pernah ubah

Sejak pertama kau menanyakan namaku, dulu

Lalu,

Lagi,

Kau beranjak dari singgasanamu

Berjalan pelan

tapi pasti

ke arahku,

Seperti saat kau menghampiriku

Di altar pernikahan, dulu

Lalu,

Lagi,

Kau memelukku erat

Hangat

Berbisik pelan

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi,

Aku cinta kamu”

Lidahku kelu

Tubuhku beku

Lalu,

Lagi,

Hanya dalam dengung hatiku

Dapatlah ku teriak

“Aku benci kamu!”

/

Aku pengecut

//

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s