Adaptasi

//

Dear Love,

It’s been a while since I spammed your inbox with my annoying emails.

Disini dingin.

Tanpa kasur hangat kita yang jaraknya ribuan mil dari sini.

Dinginnya menusuk.

Merasuk dalam hingga ke paru dan sumsum tulangku.

Lebih perih daripada semua kata amarah,

yang pernah kau lontarkan kepadaku.

Tapi,

Aku menemukan jurus jitu.

Kopi

dan teh !

Hangat keduanya meramu berjuta memori indah

milik kita,

dulu.

Tiap malam aku bukan lagi meracik obat,

tapi Espresso, Latte, atau Earl Grey.

Tiap malam aku bukan lagi kehabisan kata,

untuk menyusun kata,

untuk membalas argumenmu,

dalam pertandingan adu mulut kita.

Tapi aku sibuk,

terlalu sibuk memilih gula atau susu,

yang pantas untuk masuk dalam cangkir kopiku.

/

Dear Love,

I just want to let you know that I am okay. Just like the way you shouted at me the last time we met, “I am okay without you!”

Aku cukup baik beradaptasi,

meski dinginnya makin buatku rindu

dengan kasur hangat kita yang jaraknya ribuan mil dari sini,

dan yang sudah lama kau tinggalkan.

//

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s