Mengapa HARUS Internsip di Timur Indonesia?

Memang tidak ada yang mengharuskan, kok. Tapi percayalah rugi besar kalau tidak dicoba 🙂

Ketika saya bilang daerah timur Indonesia bukan berarti hanya mengacu pada daerah di zona waktu indonesia timur (WIT) saja. Konteksnya lebih luas, yaitu meliputi daerah-daerah di timur Jawa dan Bali (make sense lah ya kenapa saya pakai dua pulau ini jadi patokan) yang level perkembangan manusia dan daerahnya masih rendah.

Why it matters? Actually I have tons of reasons, but here i summarized into several points.

  1. Menemukan bentuk lain Indonesia

Personally, inilah yang jadi tujuan utama saya kenapa memilih lokasi Internsip di luar Pulau Jawa. Indonesia ini luas! Saking luasnya bahkan sampai dibagi 3 zona waktu dan orang-orang yang tinggal di utara dengan selatan indonesia are totally different!

Di awal internsip, saya mulai sadar bahwa selama ini saya belum mengenal negara saya sendiri. Terlalu banyak perbedaan yang saya temukan, misalnya disini saya mencicipi makanan yang belum pernah saya makan sebelumnya seperti Papeda, gohu, pisang goreng dimakan dengan sambal, kemudian juga menikmati musik-musik ambon yang kadang di mix dengan house music yang sering di putar di angkot sini. Namun ternyata, itu semua hanyalah puncak gunung es. Perbedaan yang sebenarnya lebih banyak terletak pada persepsi dan kebiasaan masyarakat disini yang kadang di luar kewajaran. Bisa dikatakan, bagi kita yang biasa hidup di tanah Jawa atau urban, perilaku dan pemikiran mereka masih “primitif”.  Tentu saja primitif disini tidak selamanya buruk, misalnya persepsi tentang rezeki yang penting cukup untuk makan sehingga tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.

DSCF4491

Toilet Gantung atau Jamban! hampir ada di setiap rumah.

DSCF4540

Perawatan wajah Unik Ibu dan Anaknya. Perempuan menggunakan tumbukan kunyit dan bayi diberi tepung bedak tebal setiap selesai mandi.

Ketimpangan dan perbedaan yang ‘tidak masuk akal’ inilah yang membuat saya merasa bahwa apa yang dipertontonkan di televisi (yang mengaku TV nasional) saat ini sama sekali tidak merepresentasikan nasional, yaitu Indonesia secara keseluruhan. Heran kan berita banjir Jakarta dan ojek online, ditambah sinetron yang merefleksikan fenomena urban diputar-putar terus di TV padahal they have nothing to do with most of us (yes I said ‘most’ because apparently most of Indonesian live in rural area). Mentok-mentok pemberitaan seputar eksotisme alam dan budaya timur Indonesia, yang sering diidentikkan dengan laut, koteka, perang suku dan upacara-upacara adat. Padahal bentuk lain Indonesia di timur itu jauh lebih fundamental daripada itu. Ini akan kita rasakan bukan dengan hanya berkunjung satu atau dua minggu saja, tapi mesti melebur ke dalamnya lebih lama. Dan internsip adalah kesempatan yang baik kalau ingin menemukannya!

2. Melatih Kemandirian.

Well, sesuai dengan maklumat dari tujuan program internsip sendiri yaitu untuk melatih kemahiran dan kemandirian dalam menangani pasien. Jelas disini kita lebih mandiri membantu masalah medis pasien dari awal sampai akhir. Kita bisa membuat keputusan sendiri, otomatis tanggung jawab lebih besar daripada jaman koas. Tapi yang paling menarik adalah di daerah Timur kalian akan jauh dari rumah dan ‘dipaksa’ untuk jarang pulang. Biaya transportasi yang mahal dan kesulitan izin untuk durasi lama menjadi faktor tersering. Disinilah kita bisa jadi lebih mandiri, dewasa, dan bersabar.  Ga ada kata manja! Semua urusan rumah tangga, seperti masak, nyuci, nyapu, ngepel, kemana-mana ga ada lagi supir (kecuali supir angkot), All by yourself!

3. Kesempatan untuk berkontribusi lebih banyak

Daerah timur sudah terkenal dengan kekurangan tenaga kesehatannya. Jadi kita sebagai dokter internsip bisa berperan lebih banyak dan membantu kekurangan SDM medis. Selain itu, kita bisa memanfaatkan waktu luang untuk membuat program yang bermanfaat untuk masyarakat. Misal: Kelas inspirasi, pengenalan kampus-kampus, pelatihan kader, lomba-lomba, dan sebagainya. Bahkan tidak jarang kita dianggap role model dan inspirator buat anak-anak muda disini!

4. You can learn new things!

When was the last time you did something for the first time?

DSCF4446

Memanjat pohon duku untuk pertama kalinya. Panen!

Kamu bisa menjawabnya dengan “kemarin”, “tadi pagi”, atau “baru aja tadi”, karena disini kamu memang bisa melakukan sesuatu yang baru setiap hari. Misalnya, saya pertama kali mengendarai motor, memasak sendiri, menyanyi lagu ambon, berdansa, menjadi guru di kelas anak SD, naik kapal malam sendiri, dan naik sepeda ke rawa-rawa di internsip ini. Saya juga hampir setiap hari menemukan hal-hal yang unik, baik yang berkaitan dengan pasien maupun tidak. Semakin banyak yang kita lakukan untuk pertama kali, semakin banyak pelajaran yang kita dapat. Akumulasi dari pelajaran yang bisa kita dapat dari anak sekolah, nelayan, bidan, petani, tentara, bahkan narapidana akan mampu mengubah pandangan kita terhadap hidup.

Semakin besar perbedaan antara kita dengan lingkungan, semakin banyak hal yang bisa kita pelajari

5. Bertemu dengan orang-orang baik dan hebat.

947360_10208342598270921_8646064647368744157_n

Pemegang toples adalah relawan Pengajar Muda IX Halsel yang sudah mau pulang (*sobbing*)

Hal yang membuat hidup ini harus dipandang dengan optimis adalah bangsa ini masih memiliki orang-orang baik dan tulus. Merekalah relawan! Di daerah timur banyak sekali relawan yang berbondong-bondong datang membantu pembangunan daerah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya. Mereka bisa dalam bentuk LSM atau yah individu saja. Berkolaborasi dengan mereka sungguh menyenangkan karena impact usaha kita, misalnya untuk menyehatkan masyarakat, bisa sangat terbantu. Yang lebih penting lagi, mereka seperti menularkan semangat berkontribusi ke orang-orang sekitarnya (termasuk saya) dan sangat inspirasional.

6. Lebih toleransi terhadap perbedaan

Jelas suasana di daerah timur dengan barat Indonesia sangat berbeda. Dari mulai orang-orangnya sampai budaya yang mereka ciptakan. Misalnya, orang-orang timur terkenal dengan cara bicara yang keras seolah sedang marah-marah, meskipun maksudnya bukan begitu. Lalu perbedaan kepercayaan dan kebiasaan yang mesti kita hormati sebagai bagian dari upaya saling menghormati satu sama lain. Nanti akan terlihat deh kalau perbedaan itu justru yang membentuk keindahan disini 🙂

7. Hidup santai!

Iya, santai kayak di pantai! Bisa dikatakan akibat tidak adanya macet, berangkat kerja tidak perlu subuh-subuh. Kerja pun pasien yang datang berobat relatif lebih sedikit dibandingkan di kota-kota besar di Jawa. Pulang masih segar karena tidak berdesak-desakan di angkutan umum. Sampai rumah masih bisa tidur siang J Butuh tempat untuk relaksasi? Alam disini bisa menjawabnya, tinggal jalan ke pinggir pantai menikmati sunsetnya dan anginnya yang sepoi-sepoi. Such an ultimate level of peace!

IMG_0954

This kind of cute smile, definitely may bring peace to everyone 🙂

Bagi saya pribadi yang membuat hidup saya lebih terasa santai disini karena saya tidak perlu khawatir dengan berbagai ancaman keamanan, misalnya copet, rampok, apalagi begal. Tingkat kriminalitas lebih rendah dibandingkan di kota-kota besar Jawa. Penerimaan warga saat terhadap orang luar saat ini sudah sangat baik, asalkan kita tetap menunjukkan sopan-santun. Jika ada yang membayangkan orang timur Indonesia bawa parang atau panah, saya bisa bilang jangan khawatir! Konflik itu memang pernah ada (seringnya konflik antarsuku), tapi saat ini, itu semua sudah jauhh berkurang. Kalaupun masih ada, konflik itu terjadi di pedalaman yang relatif jauh dari wahana internsip (wahana internsip pasti di ibukota kabupaten). Insya Allah sekarang sudah damai!

Oia, sangat disarankan untuk membina hubungan baik dengan TNI serta polisi yang bertugas di daerah setempat. Mereka sangat membantu untuk menjamin keamanan kita sebagai dokter dan sering membantu dalam banyak kegiatan kita.

8.Keluar dari zona nyaman.

Internsip di timur Indonesia sangat cocok untuk kalian yang suka tantangan! Tantangan alam: jalan berbatu, licin, berliku, puskesmas keliling naik kapal kecil, menginap tanpa air bersih, ombak besar, mati listrik, air terbatas, susah sinyal, dan masih banyak lagi.

Tantangan manusia: paling sering pasien! Sulit merujuk, penyakit yang “aneh-aneh”, beda bahasa, beda pemikiran, makanan asing di lidah dan lainnya.

Semua itu awalnya akan terasa tidak nyaman memang. Sering homesick di awal-awal. Tapi yakinlah, kita akan menikmatinya, lama kelamaan akan terbentuk zona nyaman yang baru, then you’ll find the new you!

9. Lebih bersyukur dengan apa yang kita punya.

Orang-orang disini memang secara finansial tidak sekaya orang-orang kota pada umumnya. Tapi yang membuat saya kagum, mereka tetap mensyukuri apa yang mereka miliki. Mereka tidak akan memforsir hidup untuk mendapatkan banyak uang. Bagi mereka hidup nyaman adalah bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Sesimple itu!

Saya pun belajar untuk menerima dan berterima kasih pada Allah atas apa yang saya miliki saat ini. Dan makin bersyukur lagi karena saya masih memiliki kesempatan bersekolah tinggi hingga menjadi saat ini. I couldn’t ask for more!

10. Indonesia itu indah alamnya!

Wah kalau yang ini tidak perlu disebutkan lagi! Daerah timur Indonesia menyimpan sejuta pesona alam. Karena masih belum banyak tereskplorasi dan dieksploitasi, keindahannya masih terjaga. Pasir putih, air laut jernih, terumbu karang warna-warni, ikan bernekaragam, langit biru, bintang bertaburan seperti pasir di langit. Untuk pegunungannya pun juga tidak kalah bagusnya, pendakian belum ramai, sampah-sampah belum banyak, dan banyak air terjun yang bisa dinikmati. Itu semua bisa ditemukan di setiap sudut timur Indonesia. Ditambah lagi dengan kesempatan kita menikmati alam tersebut secara unik, misal dengan naik kapal katingting (kapal tradisional berukuran kecil), sambil mancing (bukan dengan alat pancing yang modern) atau menombak ikan, naik motor ke atas gunung/bukit dengan jalan yang berbatu (challenging!), and so on! Apalagi kalau ada perawat, bidan, dokter spesialis, pembimbing yang suka jalan-jalan juga, wah bisa sering-sering liburan gratis!

P1000254

[Pulau Lelei, Halmahera Selatan] Melihat masterpiece seperti ini makin membuat kita bersyukur pada Allah dan cinta Indonesia 🙂

Jadi, buat kalian yang suka traveling dan foto/videografi, tempat-tempat di timur Indonesia adalah surga untuk kalian 🙂

11. Upgrading your health!

Why? Jelas karena polusi disini bisa dikatakan hampir tidak ada, baik polusi udara maupun polusi suara. Jalanan yang masih sepi dan jadwal yang tidak padat membuat kita berkesempatan untuk sering-sering jogging atau sekedar bersepeda pagi atau sore. Alternatif lain, kalau lokasi rumah dekat dengan pantai, bisa banget berenang setiap hari! Kadang kalau ojek atau angkot lagi ga ada (apalagi kalau niatnya irit) kita jadi sering berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat. Disini juga gampang kalau mau cari makanan yang sehat: sayur, buah-buahan, ikan. Jarang sekali makanan yang mengandung zat-zat berbahaya seperti beras plastik, borax, atau apalah itu lol

So, you definitely get enough food, enough sleep, and enough exercise!

 12. Lebih dihormati.

DSC_0926

Ketika dokter internsip dan dokter PTT berkumpul dengan Bupati Halsel dan Keluarga. Banyak privilege yang bisa kita dapatkan disini 🙂

Disini saya lebih sering dipanggil “ibu” atau “bu dokter” daripada nama oleh orang-orang, meskipun mereka tahu usia saya lebih muda daripada mereka. Dokter disini memang masih menjadi figur yang dihormati karena dianggap berjasa memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Dokter banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan kerelawanan dan pemerintah yang tidak berhubungan langsung dengan kesehatan. Bahkan tidak jarang masuk media (untuk pemberitaan positif tentunya) dan menjadi icon. Kami sebagai dokter juga sering diundang ke acara-acara syukuran, misal nikahan, ulang tahun, bahkan keagamaan meski tidak kenal dengan orang yang mengundang (lol) Tidak jarang pasien memberikan cindera-mata (berbagai rupa) sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Bagi saya ini adalah suatu kehormatan bisa mendapatkan posisi yang baik di masyarakat. Ketika engkau dihormati, maka kamu akan didengarkan.

So, my last words would be….

Trust me it is ONLY a year, nothing to worry about. And you only live once! Don’t waste your time wandering around your current serenity which migh be a false one.  I bet this will be your best decision ever!

Good luck!

(Penulis adalah dokter internsip yang hampir selesai bertugas di Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara)

 

 

Advertisements

3 comments

  1. sandrosirait · January 12, 2016

    Bel, nixe article!
    Jadi pengen ke Indonesia Timur deh ya, pengen bangun Negri hehehe.
    Selamat mengabdi yo.

    Keep on writing great stuff ^^

    • belabelle · January 14, 2016

      hai, ndroo pakabarr?
      haha thank you yah! Marilah jalan-jalan timur selagi muda 🙂

      • sandrosirait · January 14, 2016

        Hey bel, yeah I’m great!
        Yeah sure we must do it ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s