Hi, Internship! We’ve Got Our Trustworthy Tool to Evolve: Sincere Heart

Me and my friends in medical school, we are having a crucial moment recently. In less than a month we will leave for internship, to become a real doctor. Surely it imposes great enthusiasm…yet fear upon us.

Bagi beberapa orang internsip adalah kesempatan, tapi tidak sedikit yang menganggapnya hambatan.

Hambatan untuk memantapkan karir, mempersiapkan jenjang hidup berikutnya, atau untuk menekuni bisnis yang sedang digeluti.

Di sisi lain, mereka yang masih menganggap ini batu pijakan menganggap internsip sebagai kesempatan untuk hidup mandiri, mendapatkan pengalaman klinis di tempat terpencil, atau untuk sekedar mengenal Indonesia.

Namun, apa pun persepsi mereka, tetap saja hari-hari menjelang internsip adalah masa penuh dilema.

Ada yang takut akan adanya jarak. Antara ia dan orang-orang tersayang. Yang memisahkannya dengan orang tua, sahabat, suami, atau pacar.

Ada yang takut terkena penyakit. Dari mulai malaria serebral sampai yang ‘aneh-aneh’ di tempat tujuannya nanti.

Ada yang takut mati. Bukan mati batang otak. Tapi mati kutu hingga mati bosan karena katanya di sana tidak ada hiburan yang cukup. Untuk setahun.

Ada yang takut kena tuntut pasien. Karena salah diagnosis, lalu pasien mengamuk dan menghujam parang.

Ada yang takut ditinggal pacar. Karena katanya LDR selalu menyisakan cerita pahit.

Ada yang takut ini-itu, dan seterusnya.

Segala ketakutan itu berakumulasi, menggoda si empunya untuk tidak menghadapinya. Mencari cara termudah dan terbaik untuk mencegah kemungkinan buruk itu terjadi.

Tapi kadang, kita lupa bahwa cara terbaik untuk meredam kekhawatiran itu adalah ikhlas.

Ikhlas untuk meninggalkan hingar-bingar kehidupan saat ini,

Ikhlas untuk keluar dari zona nyaman,

Ikhlas untuk menerima keputusan orang tua,

Ikhlas untuk siap menghadapi apa pun tantangannya nanti,

Lakukanlah yang terbaik sebagai usaha dalam ikhlasmu!

Bukankah Allah pernah berfirman:

Allah does not charge a soul except [with that within] its capacity…..”- QS Al-Baqarah 

: 286

(Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…..)

So Indeed, what has been written for you, it is the best for you.

Sungguh, momen-momen seperti ini lebih mulia digunakan untuk berkontemplasi. Apa saja yang akan kita tinggalkan disini, no matter what they are, we’ll miss them a lot!

Kasur

Kucing peliharaan

Kemacetan

Polusi

Orang tua

Adik

Kakak

Kereta

Metromini

Semuanya, yang kita sebut: rumah

Jadi bersyukurlah, sebelum kita merindukan mereka.

Embrace them while you aren’t apart!

Dan ketika kita kembali nanti, rasa syukur itu akan lebih meluap-luap pada puncak rindu yang dipupuk.

See? Tidak ada alasan sebenarnya untuk menganggap internsip adalah hambatan.

Masih belum bisa ikhlas?

Tenang saja, ikhlas itu proses, kok 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s