The Thing is OSCE

OSCE stands for Objective Structure Clinical Examination. Atau bahasa simplenya ujian praktik klinik untuk mahasiswa kedokteran. tentunya tidak memakai pasien yang sebenarnya.

OSCE ini bisa dibilang hajatan buat tim panitianya yang juga dokter-dokter pengajar. Gimana engga, pengujinya dokter yang ahli dispesialisasi tertentu (obsgyn, farmasi, bedah, psikiatri, neuro, dll), bahkan ada yang profesor. (bonus banget gue dapet ini) Yap, knapa saya harus menulis ini? karena dalam hidup saya, jarang2 nganggep ujian itu penting. Sumatif udah enek, bosen. jadi baru tergugah belajar H-1 minggu. Not really big deal. tanpa bermaksud meremehkan. For this thing (OSCE), I was struggling since a month before D-day! H-1 minggu mulai susah tidur, H-2 ga napsu makan, malem sebelum hari H mimpi buruk. Se-nervous itu, padahal saya bukan tipe yang gampang gugup.

So, here’s my journey…

Bertempat di IASTH lt.7, pukul 07.30-an ujian dimulai. Bermodalkan mata yang melek dari jam 3, I walked to the battle stations. Godspeed!

my #1 station is infection & immunology. Menganamnesis pasien keluhan demam, yang (jujur) kurang spesifik gejala2nya. suspect yg udah ada di otak saya–> DBD, tifoid, malaria. Tapi masalahnya doi baru 3 hari demam. Ada Gastrointestinal discomfort (mual2), tp ga keliatan riwayat makanannya. Ada bintik2 merah di kulit, tapi lagi-lagi masih 3 hari demam, duh mana keliatan lemes dehidrasinya. Lingkungan rumahnya jg baik, tetangga tidak ada yang DBD. Malaria? ga ada riwayat bepergian keluar kota. Modal nebak, karena belum ada hasil PF nya, saya tulis dengan hikmat diagnosis kerja “DBD” dan diagnosis banding “demam tifoid”. Then, Lord saved me, hasil PF nya cocok, karena uji turniket, ptechie (+). Resepnya? not much trouble here, but I’m not sure with my writing and calculation. Pengujinya baik untung dari farmasi (Ibu Fauziah).

Move to #2 is Basic surgical skill. Sebagai angti TBM harusnya, harusnya loh, saya tak usah worry sama ni station. But realitanya berbeda, Tangan sempet gemeter pas megang pinset dan klem. But thx to Lord, saya berhasil selesai disini. Not much to say. Karena dokternya cuek abis, malah main ipad. Jikalau saya harus ngulang di station ini, I’ll sue the doctor for not watching my procedures!

Move to #3. It’s a break station, So I filled the attendance list for students. I felt like took a year wait in this station. lol

Move to #4 is Neurology station. I love this station! Bukan cuma perintahnya yang cukup mudah dan jelas, tapi juga pengujinya adalah dr,Muhammad Kurniawan (MK) manajer kemahasiswaan dekanat FKUI ! We’ve had met couple times before. Dalam forum yang berbau BEM thingy, Dekanat  thingy, dan saya tau beliau orang yang super baik juga wise. Pro mahasiswa sekali! Yah well intinya instruksi hanya mencakup uji kekuatan motorik kaki dan tangan kanan juga refleks patologis (bisep, patella, serta babinsky). Yang menakjubkan semuanya normal, padahal pasien datang dengan keluhan kelemahan sisi kanan tubuh (oh well, namanya juga pasien bohongan). Bahkan di station ini sempat ngobrol tentang “pulang kampung”, “kota solo”, dan diberi petuah tentang menghadapi dunia klinik *hug dr,MK*

Move to #5 station of emergency. Station yang bener2 bikin saya drop. How come nensi bisa salah denger, bener-bener bikin minder untuk masuk klinik. Pengawasnya adalah Prof, Saleha. Blunder sekali saya disini, disaat sang prof. ini super baik, saya salah denger. Untuk pasang infusnya, Alhamdulillah selesai, meski sempet susah membuka IV Cath nya. Intinya saya merasa sangat cupu di station ini. Terancam ga lolos disini :””

Move to #6 station of cardiology. Penguji cukup terlihat kawakan, setengah baya, memakai pin #SaveFKUI, membuat saya cukup yakin beliau adalah orang yang pro-dekan (ga nyambung). Namun sayangnya, sepertinya pendengaran beliau kurang :””( anamnesis harus mengulang 2 kali karena kata beliau “kamu banyak lho yang masih kosong” Walhasil saya ulang sampai serinci mungkin sampai menanyakan agama pasien. Pasiennya jg kurang profesional, melirik2 ke dokternya dan suaranya pelan. Lengkaplah sudah derita saya. Ini apa lagi yang mau digali. Untung PF tidak sulit (batas jantung & suara jantung S3 gallop). Diagnosisnya adalah Congestive heart failure.

Move to #7 station of metabolic endocrine. My another “tetot” station. Lupa membuang spuit pada tempatnya, memakai handscoon, cuci tangan sebelum menyuntik. Yeah, berpeluang untuk remed station ini pix. Breaking Bad news yang dinilai dr. penguji sudah cukup baik, tapi suntikan fatal. Meski mendapat kesempatan untuk mengulangi prosedur, teteup saja tidak yakin itu bisa dimasukkan dalam penilaian. Oh well.

Move to #8. BREAK

Move to #9 Obstetri & Gynecology. Satu kesan. Pengujinya baik dan ganteng. He’s about mid thirties dan suara dan senyum lembut (apa deh). Di akhir saya diberi feedback dengan sabar tentang sanggah susur untuk memegang bayi yang baru lahir, serta masase uteri ibu setelah melahirkan plasenta. Omg, sayangnya tidak sempat melihat nametag-nya.hha Well, not much trouble, but worries still exist. Tapi segera tertutupi dengan kegantengan dokternya (still).

Move to #10 Ophtalmology. Last but least! ternyata rumor dokter mata yang tidak banyak komentar benar adanya. Innalillah saya dibuat gugup karena beliau. Penulisan laporan visus masih kurang sempurna (atau mungkin jauh dari sempurna) dan komentar pedas yang dilayangkan beliau semakin membuat nyali ciut. Dengan tekad ini-station-terakhir-jadi ga-boleh-nangis, terus memutar otak dan berusaha mengoreksi. entah koreksinya benar atau tidak. Hal yang semakin membuat yakin saya harus remed disini adalah, kesalahan memverbalkan maksud dengan kata-kata. “Fiksasi ke mata pemeriksa” beda dengan “mata melihat pemeriksa”. Saya merasa di bully oleh kesinisan dokter disini. You are doomded, bel :””|

Voila! End of stations!

No celebrations, hanya ada keraguan dan kekhawatiran. Tinggal pasrah sampai tanggal 10 Agustus, menulis blog, tidur. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s