Kalanya

Ada kalanya sang kekasih mendayu sendu hanya untuk sekedar didekap manja.

Ada kalanya sang kekasih merintih lirih hanya untuk sekedar dihapus air matanya.

dan datang pula kalanya sang kekasih mengharu biru hanya untuk sekedar diwarnai harinya.

Namun,

Pernahkah datang kalanya sang kekasih tersenyum harum untuk dihapus air matanya?

atau

Kalanya sang kekasih membisu batu untuk didekap manja?

atau

Kalanya sang kekasih menyingkat padat untuk diwarnai harinya?

 

Pernahkah?

 

Jika kala itu sekarang dan sang kekasih itu aku, maka pernah lah jawabannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s