Pesona :)

Kalau kata Afgan, penyanyi ganteng terkenal itu, pesona yang bisa membuat dunia teralihkan adalah berasal dari indahnya wajah seseorang. Buat aku? sepakat dengan Afgan, tapi aku bahkan bisa lebih mudah terpesona oleh hal lain.

Make a smart joke to me, then i’ll be your admirer.

Itu benar adanya. Tanpa memandang gender, setiap perkataan cerdas yang keluar dari mulut siapa pun pasti akan membuatku terkagum-kagum. Tidak perlu teoritis, yang penting kata itu tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Ya, aku akan terpesona olehnya.

Remind me of something-really-not-important, then i’ll be your fan.

Sungguh luar biasa bagi dia yang masih menolongku mengingat hal-hal sepele. Merupakan kesulitan tingkat tinggi bagiku untuk memperdulikan hal-hal seperti itu. Sekali lagi, ya, aku akan semakin terpesona olehnya.

Help me to cross that heavy traffic road, then i’ll be your lover.

Aku mudah meragu, bahkan saat menyeberang jalan. Berkali-kali aku dicaci maki pengendara kendaraan bermotor hanya karena aku kurang awas memperhatikan mereka. Hebatnya, masih ada dia yang bersedia berjalan di sisiku,  melayangkan tangannya memberi tanda untuk pengendara kendaraan itu, memberiku jalan untuk melenggang dengan nyaman menuju ke seberang jalan. Selamat, kali ini aku sungguh-sungguh terpesona olehnya.

Namun, hampir 20 tahun aku hidup, ada dua manusia yang memiliki pesona melebihi segalanya.

Tidak pernah aku melihat seorang manusia setulus ini, selain kedua orangtuaku. Dia memberi bukan untuk mendapatkan. Dia meminta bukan untuk menerima. Bahkan, dia mencintai bukan untuk dicintai. Tidak jarang aku menyinggung, geram, merengek, dan melupakannya. Tapi apa? Ketulusan itu yang selalu menyertainya. mencoba menutupi segala kegundahannya, hanya untuk melihat orang lain, termasuk aku, supaya tersenyum. Mengambil risiko yang tidak masuk di akal karena mengandalkan hatinya untuk berpikir. Setia seakan tidak ada hal lain di dunia ini yang lebih patut untuk didamba. Dungu kah? bukan. Itu pesonanya. Sayangnya aku sering mengabaikan pesona itu.

Bayangkan bila manusia pertama ini juga pandai memainkan musik. Ya musik, yang bisa melarikan jiwa kemanapun kau ingin pergi dari realita kehidupan. Lebih dari sekedar bakat, miliknya adalah mukjizat! Melodi yang ia mainkan, berhasil membuatku tersenyum, kagum, dan kemudian jatuh cinta. Sebuah alunan yang muncul dari perasaan terdalam, ya Ia memainkannya dengan perasaan. Dengan mudahnya aku tersihir lagi dengan pesonanya ini.

Manusia kedua, semangat yang berkobar. Pernahkah kau mendengar seorang yang cukup dewasa mendeklarasikan dirinya dengan sunguh-sungguh bahwa ia ingin menjadi presiden sebuah negara? Ayolah, bagiku hanya ada pada anak taman kanak-kanak yang masih bisa bermimpi seperti itu. Tapi tidak dengan manusia ini. Aku tertawa, meremehkan, dan kemudian terkejut mendengar ‘pidato’ akan mimpinya itu, cukup membuatku terkesiap dan sadar bahwa, ya, dia serius akan angan-angannya itu. Sungguh cerdas. Kata demi kata yang terangkai lewat lidahnya mungkin saja adalah mandat seorang panglima perang beberapa tahun ke depan. Sungguh membuatku semakin yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semangatnya adalah pesonanya.

Banyak orang ingin terlihat kuat di depan musuh dan orang-orang yang ia cintai. Jujur terhadap diri sendiri terkadang sulit. Tapi tidak dengannya. Sulit baginya untuk menafikan realita, bahwa dirinya tidak sekuat apa yang tampak. Disinilah aku mulai terpesona oleh manusia idealis yang polos ini. Ia menerima kelemahannya itu sebagai tantangan atau bahkan kebanggannya saat ini. “prinsip hidup rakyat jelata”, dia pernah berujar.

Disisi lain aku selalu mengamati matanya yang menyimpan keteduhan, merasakan genggaman tangannya yang cukup membuatku aman dari ancaman. Unik bukan? sesaat nampak keras, namun ternyata jauh lebih lunak daripada yang orang-orang bayangkan. Cukup bodoh bila tidak tunduk oleh pesonanya.

Cukup mudah untuk membuatku terpesona. Hal yang membuat aku bersyukur bahwa semua orang adalah keindahan bagi diri mereka masing-masing. Kenali aku pada semua orang di dunia ini, maka mungkin saja aku akan terpesona oleh mereka semua.

Advertisements

3 comments

  1. erika · February 4, 2011

    bela ga bilang2 ada blog.bagussss lho ini beeelll 🙂

  2. laanaa · February 4, 2011

    toph banget beeeel hahahha like thiiiisss ><

  3. djupin · February 7, 2011

    thx honey…

    tapi bahaya juga kalo pesonanya semua orang kamu kagumi… bagianku kapan..
    hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s