Spinning Top

I never imagine this! How could you change your mind as fast as that cheetah run-speed?!

Lagi, berita tengah malam yang sama mengagetkan layaknya kejutan di siang bolong. Hmm, kalau saat itu ada voltmeter di kepalaku, pasti jarum sudah menunjukkan angka di atas 1000 volt.

Kau berbicara sepatah-patah, seperti biasa. Membuatku makin gemas. errrgh! Bisakah kau langsung ke inti pembicaraan?! Tentu bisa, karena memang itulah niatmu meneleponku. Sedetik, dua detik, sepuluh detik, seratus detik. Yak! aku paham maksud pembicaraanmu, dan aku menyesal kenapa harus bisa memahaminya.

Intinya, kau yang beberapa waktu lalu berdiri termenung di persimpangan jalan, sekarang sudah melangkahkan kaki ke jalan yang kau pilih sendiri. Kamu memilih jalan terjal itu. Sungguh luar biasa! Bahkan aku belum sempat mengobati kakimu yang luka itu. Kamu tetap mantap berjalan ke sana sambil melepas genggaman tanganku. Matamu berkaca-kaca, sinarku mulai redup. Karena tidak mau lagi tertancap pecahan kaca dan duri, kau mengenakan sepatu anti benda tajam milikku. Sungguh aku merelakan sepatu itu! Tapi, merelakanmu kah?

Saat itu lidahku kaku, padahal suhu cukup hangat. Tidak sanggup memuntahkan kata-kata. Membayangkan, betapa hebatnya pikiranmu! Berubah, plin-plan, sangat banyak pertimbangan. Bagai gasing yang diputar anak kampung ingusan, berputar ke sana-kemari. Membuat pusing yang melihatnya. Orang tidak akan tahu bagaimana bentuk asli gasing itu tanpa menghentikan putarannya dulu. Tapi, pikiranmu adalah gasing yang sulit ditangkap, saking lincahnya gasing itu bergerak. Putarannya juga amat kencang. Ayolah, berhenti berputar! Seruku. Tidakkah kau lelah berputar-putar terus? Kamu tetap berputar, bergerak tidak stabil. Aku hanya bisa pasrah. Tidak tahu monster apa yang bisa membuatmu diam, berhenti.

Dan lagi-lagi, malam itu, gasing super kencang itu, membuatku kesal. Bukan hanya karena membuatku mual melihatnya berpusing terus, tapi juga membuatku khawatir akan jurang yang berada di depan gasing itu. Tidak mungkin kan, gasing bisa terbang untuk melewatinya. Yang ada gasing itu akan jatuh, kalah oleh gravitasi bumi.

Dan lagi-lagi, malam itu, kau membuatku terpesona. Terpesona oleh indahnya pengorbanan ketidak-stabilan pikiranmu.

So, do I have to stop that top spinning while stopping it can make me stop admiring him?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s