Dia. Merah Jambu

Aku takut. Dia, yang aku kasihi, tidak menerima keadaan ini. Mudah-mudahan dia hanya melihat AKU bukan MEREKA.

Sudah saatnya aku mengalah sama dia. sudah saatnya aku yang berkorban. Tinggalkan egoku. Taruh perasaan di bagasi belakang. Gas-nya adalah logika. Bisa apa aku tanpa dia. Ayo, Merah Jambu, kita berlari sekuat mungkin! Tolong jangan tanya MEREKA lagi yah! Meskipun aku sakit, marah, menangis, bahkan gila karena MEREKA.

Pandang wajahku. Aku punya banyak cerita untukmu. Jangan pernah bosan yah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s